Awak follow kita , kita follow awak balik ! hehe ^_~
Tuesday, September 27, 2011
cucu : nenek!! nenek..! Datuk meninggal !!
nenek : bila cu??
cucu : baru je, jatuh dari p0k0k sukun, cepat nek kerumah, keluarga sudah bkumpul semua, mari cepat nek !!
nenek : jap cu, nenek nk pinjam HP kamu dulu cu..
cucu : nk tpon siapa nek ??
nenek : bukan! nenek nk buka facebook dulu..
cucu : npa nenek nk buka facebook lagi waktu bgini nie?
nenek : Hmmm nenek nk ubah status dari BERKAHWIN menjadi JANDA.
P/S : rajin2 la update status pasni..haha :P
Labels:
Lawak Seposen
Sunday, September 25, 2011
Saturday, September 24, 2011
Tanpamu adala ost Nur kasih the movie.hehe :P
Simple je lagunya tp bagi mereka yg pernah tengok cite nurkasih mksudnye cam mdalam. kam2? terlalu banyak pengorbanan. Well, saya suka lagu nim. Slalu jew layan. hahah :D
Simple je lagunya tp bagi mereka yg pernah tengok cite nurkasih mksudnye cam mdalam. kam2? terlalu banyak pengorbanan. Well, saya suka lagu nim. Slalu jew layan. hahah :D
kalOla sy pandai nyanyi da lama saya nyanyikan lagu ni wat insan2 tsayang saya. Specially Mak Ayah saya. Wah! haha jOm sama2 buang masa dgr lagu ni :D
~ Tanpamu ~
Tanpamu hidup jadi sunyi
Tanpamu ku seakan mati
Tanpamu bagai malam tanpa bintang
Chorus
Tanpamu aku akan tersesat
Tanpamu tiada lagi hasrat
Tanpamu seakan jantungku berhenti
Kau yang terindah dalam hidup ini
Dan tak akan pernah berubah selamanya
Aku terlahir hanyalah untuk kamu
Jadi pelindung dirimu
Tanpamu nafasku terhentiKeranamu aku ada disini
Tetap bersamaku selalu disampingku
Untuk selamanya
Chorus
Kasih yakinlah kepada dirimu
Sayang dan cinta ku pun hanya untuk mu
Dan takkan berubah untuk selamanya
Cintaku padamu
Tanpamu ku seakan mati
Tanpamu bagai malam tanpa bintang
Chorus
Tanpamu aku akan tersesat
Tanpamu tiada lagi hasrat
Tanpamu seakan jantungku berhenti
Kau yang terindah dalam hidup ini
Dan tak akan pernah berubah selamanya
Aku terlahir hanyalah untuk kamu
Jadi pelindung dirimu
Tanpamu nafasku terhentiKeranamu aku ada disini
Tetap bersamaku selalu disampingku
Untuk selamanya
Chorus
Kasih yakinlah kepada dirimu
Sayang dan cinta ku pun hanya untuk mu
Dan takkan berubah untuk selamanya
Cintaku padamu
Labels:
Lirik lagu
Friday, September 23, 2011
Di usia yang mulai mencecah 21..
tika ini, hati seakan terdera dengan amukan hawa nafsu dan perasaan yang mengetuk-ngetuk tangkai hati.
Saat mengadap illahi, menadah tangan memohon sedikit belas,
Tidak semena-mena, titisan jernih jatuh, setitis demi setitis.
Hati sebak.
Dibiarkan air jernih itu mengalir hangat.
Berlawan dengan emosi, ternyata seringkali diriku menjadi kalah.
Nurani membentak, jiwa ini tidak tenang.
Kenapa? Kenapa begini? Kenapa sekarang jadi begini?
Dulu hati itu dapat merasai sebuah ketenangan.
Namun kini ketenangan itu seakan-akan diragut.
Diragut oleh siapa?
Apakah ia hilang ditarik oleh Tuhan?
Atau kerana dosa-dosa yang dilakukan?
Soalan-soalan itu bertubi-tubi menyoal, namun hati sememangnya tidak mampu menjawab.
Terdiam sepi.
Adakah hati ini juga telah mati?
Ya allah. Sungguh aku rindukan ketenangan.
Ya allah! Sungguh aku dambakan ketenangan.
Ya allah! Sungguh aku perlukan ketenangan.
"Astaghfirullahalazim.... Ighfirli Robbi... Ighfirli...."
Bibir memantulkan kalimah suci itu perlahan-lahan.
Bibir diketap erat.
Menahan tangkai emosi yang kian membuak-buak rasa pilu dan syahdu bila menyebutkan nama terindah itu, jiwa menjadi mudah terusik.
Berbicara dengan Sang Agung, air jernih itu terus menitis kemudian semakin mencurah-curah. Teresak-esak.
"Ya Rabbi, pegang hati ini, dakaplah ia seerat-eratnya, jangan sesekali biarkan ia lalai dari mengingatiMU, jangan biarkan daku terkalahkan dengan emosi dan perasaan yang seringkali dipermainkan oleh syaitan.
Ya muqallibal qulub, tetapkanlah jiwa ini setulusnya di jalanMu, tetapkanlah imanku, tunjukkan aku jalan yang lurus, jalan yang engkau redhai, pancarkan cahaya bagiku di jalan yang gelap agar aku tidak teraba-raba kesepian sendirian di hujung jalan yang kelam, jangan biarkan ku terus begini tanpaMu disisi.
Berkali-kali kalimah itu diungkapkan pilu dalam pelantaran sujudnya. Wajah diraup setelah tangan menadah. Hati terus berdoa dan berharap, semoga Dia menerima segala-galanya.
Labels:
Luahan rasa
Subscribe to:
Posts (Atom)


